Desa Karangjati, 07 November 2025
Karangjati – Warga Desa Karangjati pada Jumat, 07 November 2025 melaksanakan tradisi Labuhan Masa Tanam Pertama, sebuah ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa memohon kelancaran pada musim tanam padi.
Prosesi dimulai pada pagi hari di lokasi persawahan utama desa. Para sesepuh, perangkat desa, kelompok tani, serta masyarakat umum hadir lengkap dengan sesaji tradisional seperti tumpeng, hasil bumi, bunga setaman, serta air dari sumber mata air desa. Kepala Desa Karangjati membuka acara dengan sambutan singkat mengenai pentingnya menjaga tradisi sekaligus menjaga kelestarian alam.
Selanjutnya, pemangku adat memimpin doa Labuhan, memohon agar musim tanam pertama tahun ini diberkahi hujan yang cukup, tanah yang subur, dijauhkan dari hama, serta menghasilkan panen yang melimpah. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan air suci ke area persawahan sebagai simbol pembersihan lahir dan batin sebelum memulai bercocok tanam.
Ketua Kelompok Tani Karangjati menyampaikan bahwa tradisi Labuhan bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga bentuk kebersamaan antarwarga untuk mengawali musim tanam dengan penuh harapan. Ia menambahkan bahwa tahun ini para petani menargetkan peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul dan teknik tanam yang lebih modern.
Acara diakhiri dengan makan bersama tumpeng dan hidangan tradisional yang dibawa warga sebagai wujud syukur dan kebersamaan. Suasana hangat dan gotong royong terasa kuat sepanjang kegiatan.
Dengan terselenggaranya tradisi Labuhan ini, masyarakat Desa Karangjati berharap musim tanam pertama tahun 2025–2026 berjalan lancar, membawa kesejahteraan, dan menjadi berkah bagi seluruh warga desa.